Cerita Kami
Dua belas tahun, ratusan kisah cinta, dan satu obsesi: membekukan momen-momen singkat menjadi seni yang abadi.
Lahir dari Gairah pada Cahaya
Tyr Studio dimulai pada 2013 dari kamera DSLR bekas yang saya beli setelah menabung berbulan-bulan. Tidak ada studio, tidak ada tim — hanya saya, satu lensa kit, dan keyakinan bahwa setiap momen menyimpan cerita yang layak diabadikan. Saya memulainya dengan meliput pernikahan teman dan keluarga di Jakarta, belajar dari setiap frame yang saya ambil.
Shoot-shoot awal itu mengajarkan hal yang paling penting: tak terlihat saat momen berlangsung, tak terlupakan dalam hasilnya. Saya tidak mengejar tren; saya mengejar kebenaran. Tawa tulus, tangan yang gemetar, tatapan diam-diam — itulah frame yang paling disimpan klien selamanya.
Kini Tyr Studio tumbuh menjadi studio kreatif dengan tim fotografer, videografer, dan editor. Tapi setiap proyek tetap dimulai dengan cara yang sama: mendengarkan. Karena foto terbaik tidak diambil — ia diperoleh, lewat kepercayaan, kesabaran, dan rasa cinta yang tulus pada setiap orang di depan lensa.
Nilai di Balik Setiap Bingkai
Keaslian
Kami tidak pernah merekayasa sesuatu yang tidak nyata. Kebenaran momen selalu lebih indah daripada sekadar pose.
Perhatian pada Detail
Dari rasio pencahayaan hingga piksel terakhir dalam retouching — tidak ada yang keluar dari studio dalam keadaan setengah jadi.
Keahlian & Inovasi
Kami mendalami yang klasik dan bereksperimen dengan hal baru — agar foto Anda terasa segar selama puluhan tahun.
Kepercayaan & Kepedulian
Momen Anda itu sakral. Kami menjaganya — dan privasi Anda — dengan profesionalisme tertinggi.
Orang-orang di Balik Lensa
Tim kecil seniman yang penuh semangat yang memperlakukan setiap sesi pemotretan seperti album keluarga mereka sendiri.
Muhammad Alfathir
Maya Kirana
Bima Santoso
Sari Kusuma
Ingin kami menceritakan cerita Anda berikutnya?
Ayo ngobrol — tanpa tekanan, hanya kopi dan ide.